cerita lebaran #2

Tahun ini, untuk kesekian kalinya berlebaran di rumah nenek. Duluu, jaman kecil jarang bisa pulang ke rumah nenek, karena ayah yang tidak begitu suka dengan perjalanan.
Seperti biasa, ritual setelah shalat ied adalah sungkeman, lalu makan-makan. Selama lebaran bisa lupa makan nasi, karena udah keburu penuh dengan camilan-camilan ato ketupat (padahal ketupat juga makanan berat ya). Paling menyenangkan punya tante yang suka masak dan bisa masak apa aja😀 jadi setiap hari pasti ada saja makanan yang dibuat. Saya dan juga sepupu-sepupu dengan senang hati menyantapnya.
hari pertama, masih dengan makanan tradisi lebaran, ketupat, opor, kentang goreng, daging kluwek, dan kue-kue basah macam bolu, pudding. *belum tertarik makan kue kering, karena ngerasa enek.
Hari ke dua, bikin asinan, dapet kiriman ulen ketan yang dimakan dengen bebeyek. Jarang ada yang tau apa ini bebeyek, walau dia orang sunda juga. Bebeyek adalah campuran dari beberapa bahan makanan yang ditumis biasanya ada kentang, bihun, cabe hijau, bisa juga ditambah dengan potongan daging.
Hari ke tiga, tante pergi ke rumah mertuanya jadi libur bikin makanan. Tapi kami berkreasi sendiri, bikin kerupuk anclom. Kerupuk jalin yang berwarna kuning dimakan dengan cara mencelupkannya ke kuah. Kuahnya terdiri dari tumisan bawang merah, cabe, bawang daun. Si tante pulang di malam ke empat. Tentunya bawa makanan, dan beli sate. Biasanya saya ga mau makan malam-malam, di atas jam 9 lah. Tapi karena ini beda, dimakan juga walau sudah jam 10 lebih😀
hari ke lima, sepupu ngajak ngeliwet, dengan menu utama adalah ikan nila. *Biasanya ngeliwet itu khas dengan asin jambal.
hari ke enam alhamdulillah bisa shaum syawal, mengerem makan yang udah bablas beberapa hari ke belakang. Selama masih ada tante adik ibu paling bungsu ini, tetap saja akan selalu ada makanan. Niat tante mau bikin makaroni skutel, karena saya shaum jadi bikin skutelnya malem biar saya juga kebagian. So sweet banget deh tante sayaaa..
Hari ke tujuh setelah lebaran, saya balik ke rumah. Maka dimulailah masa perampingan. Hehehe..
lebaran, kumpul keluarga, kemudian makan-makan *kegiatan yang ga kan bisa ditinggal, ini adalah kenikmatan luarbiasa. Walau bukan makan ditempat mewah dengan makanan yang wah pula, justru disanalah terasa nikmatnya. Seperti istilah, makanan enak belum tentu nikmat, makanan nikmat pasti enak😉
Alhamdulillah…

2 thoughts on “cerita lebaran #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s