Hilangkan yang jelek

Suka bermasalah dengan kebiasaan jeleknya orang lain ga?
eh eh,, daripada mempermasalahkan kebiasaan orang lain mending liat diri sendiri dulu deh.
seperti saya yang punya beberapa kebiasaan jelek,  Alhamdulillah sekarang udah ga lagi begitu, ya setidaknya kalau “kambuh” ga parah banget kaya dulu. hehe..
Jaman SMA saya latah loh, ga parah-parah banget tapi karena latah ini jadi sering dimarahin sama Emak. mana jaman itu sedang ngetren juga tuh yang namanya latah. haha. seiring berjalannya waktu, latah saya pun berkurang dan hilang. yeay! ga pake terapi khusus kok, diinget aja latah tuh ga bagus, daripada diomelin mama, mending dihilangin latahnya.
pernah teriak-teriak sendiri ga di kamar? saya sering begitu :(  ga ingat sejak kapan saya mulai suka teriak-teriak di kamar, setahun apa dua tahun terakhir kuliah kayanya. tapi ga tiap hari laah. lagi-lagi karena suka tiba-tiba teriak, bikin kaget emak, saya jadi dimarahin. sekali waktu, saya ga sengaja teriak di mobil. tentu saja orang yang ada di mobil pada kaget. untungnya yang di mobil itu keluarga saya. hehe. tapi tetap dimarahin. apalagi sama teteh saya. kata teteh, teriak-teriak itu salah satu gangguan jiwa, ohh tidak!! saya sakit jiwa dong?! hahaha.. yaa sebenernya saya teriak juga pasti ada yang sedang mengganjal di hati atau ada yang sedang dipikirkan. kalau teriaknya di pantai ga apa-apa kali ya :D  dan sekarang (saya pun baru sadar) udah ga pernah teriak-teriak lagi.
Baru baca tulisan di koran tentang adab berbahasa. isinya tentang penggunaan kata “si” di depan nama seseorang yang kita sebut. meski kata “si” sama dengan kata sandang “sang” tapi kesannya kurang enak. Nah, kalau yang satu ini masih sulit untuk dihilangkan. secara ga sadar sering banget deh kalau cerita tentang temen ke temen lainnya menggunakan kata “si”. hmm.. sebenarnya kalau saya menyebut seseorang dengan “si” ga ada niat untuk merendahkan, tapi sepertinya tetap ga bagus ya? dicoba ahh sedikit demi sedikit belajar ga pake “si”🙂

4 thoughts on “Hilangkan yang jelek

  1. Menurut saya sih kalau sama teman ga papa, asal niat kita bukan mengejek,, saya rasa itu malah mengunjukkan keakraban,,
    Soalnya kan sekarang bahasa Indonesia mengalami pergeseran makna… Kata aku-kamu dulu juga dianggap kurang sopan lho..
    Saya aja dari kecil diajarin buat menghindari pemakaian kata aku-kamu sama orang lain..
    Tapi lama-lama jadi ga papa,, cuma aja tetap menghindari pemakaian aku-kamu sama orang yang lebih tua atau orang yang belum akrab

    • iya, ga bagus menggunakan “si”, tapi kadang kita suka ga sadar kan sering ngomong ” si” ke temen🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s