Suroboyo

Bismillah…
Kamis itu, 17 maret 2011, sore hari tepat setelah menunggu hasil pengumuman tes kerja yang ternyata belum jadi rejeki [hahah.. miris :|] saya segera pulang ke rumah dan langsung menuju stasiun kereta Bandung. Siap menikmati perjalanan kurang lebih 15 jam.
Jam 17.00 kereta bisnis yang saya tumoangi meninggalkan bandung, saya sudah duduk bersebelahan bersama sahabat. Ceritanya memang mau menemani si putri untuk melihat objek penelitiannya di Gresik [gak kurang jauh tuh mba??] sembari berlibur singkat.
Ternyata eh ternyata, saya punya sodara yang tinggal di Surabaya, ya tujuan akhir kereta kami adalah Surabaya, maka sekalian juga bersilaturahim dengan keluarga. Sms sana, sms sini, ditelpon sana, ditelpon sini, tadinya mau langsung turun di Gubeng dan meneruskan ke Gresik pake angkutan umum saja, tapi karena Pak De dan Bu de yang mengkhawatirkan kami, akhirnya kami turun di Wonokromo, dijemput oleh Pak de saya. Kami stirahat di rumah Pak De, daerah Jetis kulon [hei d’bromo, ini rumah Pak de dekat dengan kantor si om loh!]. Kata Pak de, kami bakal dianter ke Gresiknya setelah jumatan, sambil menunggu beres jumatan, kami diajak ke Royal, nama mall deket sana. Begaul dulu lah disana. Perempuan dan jalan-jalan, suka lupa waktu, sampe ditelpon sama Pak de untuk lekas pulang, biar ga kesorean ke Gresiknya. Hehe.
Perjalanan dari Jetis kulon ke Gresik memakan waktu sekitar 1 jam. Sampai di Gresik sekitar jam 14.an. sebelum ke tempat makam maulana malik ibrahim, kami diajak makan makanan khas gresik oleh pak de, namanya nasi krawu. Ada serundengnya, dan suiran daging yang dimasak semur, plus kuah rawon yang isinya ada tetelan daging [semoga ga salah]. Setelah makan langsung bergerak ke objek tujuan yaitu rumah orang Arab, keturunan arab [tiba-tiba inget Uci.haha]. Tanya-tanya, terus cabs ke kampung sebelahnya, ke alun-alun Gresik, ke masjid nya, lalu kembali pulang. Pak de saya baik, hehe, setelah dari Gresik, kami diantar ke rumah sodara saya yang lain, kak hardy, di daerah Benowo, disinilah tempat kami menginap. [Terimakasih Pak De, maaf merepotkan😀 ]
*sedikit cerita tentang keluarga kak Hardy. Kak Hardy punya 1 orang istri dan 2 orang anak laki-laki. Menurut pengamatan saya dan juga sahabat saya, keluarga ini termasuk keluarga “wah”, wah-nya adalah apa ya.. rukun, gak neko-neko kata saya mah. Itulah yang saya lihat selama semalam di sana. Mbak Is, nama istrinya, merupakan salah satu istri yang saya bilang jarang ditemui, coba aja ya, saat itu saya, putri, dan mbak, ngobrol-ngobrol, terus cerita jalan-jalan, dan si mbak bilang “ saya jarang, mungkin dibilang gak pernah jalan-jalan kalo gak sama suami. Suka diajak ama ibu-ibu sini, tapi saya gak mau, masa suami saya sibuk kerja, lah saya enak jalan-jalan. Gak tega saya” wow! Subhanallah sekali.
Keesokan harinya, sesuai dengan rencana yang sudah dibuat, kami bersama kak Hardy sekeluarga, kecuali anak pertamanya yang harus sekolah, mengunjungi Patung suroboyo, ikonnya Surabaya. Berdekatan pula dengan monument kapal selam. Waktunya bereksis ria. Jepret sana, jepret sini, pose begini, pose begitu, saking semangatnya, ups! Si putri kepeleset aja. Hoho.. :0 sesi patung suroboyo selesai, sekarang meunju monument kapal selam.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

ikon surabaya nih

Cerita dari kak Hardy, dulu kapal selam ini punya orang madura, orang madura kan suka ngumpulin besi-besi tua gitu.terus dijual ke pemerintah. Waktu dibawa dari tempat awal ke tempat sekarang Si kapal dibelah dua loh, terus disambung deh, dan jadilah monument kapal selam. Disini juga kita bisa nonton video rama dari kapal selam, tapi sayang karena kami punya tujuan berikutnya yang cukup jauh jadi gak bisa ikutan nonton video rama-nya.. Dari monument Kami diantar sampai ke terminal Surabaya, gak perlu nunggu lama, bis tujuan sudah langsung ada, langsung penuh, dan langsung cabcus. [Terimakasih Kak Hardy sekeluarga, semoga gak kapok kalo saya datang algi :D] Saat tiba di terminal, otak saya langsung memutar memori 3 tahun yang lalu. Tepat disini, di terminal ini juga, saya bersama mereka turun dari Bis asal Pasuruan, turun dari Bromo. What a sweet journey guys🙂
Next destination: Malang

 

 

 

 

 

 

di dalam kapal ruang torpedo

4 thoughts on “Suroboyo

    • ga sempet nyoba makanan surabaya,, padahal pengen banget. lain waktu kayanya, jadi ada alasan ke surabaya lagi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s