Next destination: Malang

Bis mengantarkan kami dari Surabaya menuju Malang. Dan hujan menemani perjalanan hingga melewati batas Pasuruan-Malang. Alhamdulillah di Malang gak hujan. Tempat tujuan kami sebenarnya adalah Batu, jadi sebelum Malang, saya dan putri sudah harus turun, turunnya di daerah karang Lur, lalu dilanjutkan dengan menggunakan angkot tujuan karang ploso [bener gak yah,hehe], dari sini lanjut lagi naek angkot ke Batu. Lumayan jauh loh sampai ke Batu-nya. Kalau dihitung-hitung, dari Surabaya sampe ke Batu, sekitar 3 jam lah.
Nah, sampe di Batu, kami memilih BNS [batu night spectacular] sebagai tempat kunjungan pertama, dufannya Malang lah ini mah. Kalo bicara luasan tempat memang lebih kecil, tapi permainannya lumayan kok. Duduk-duduk termenung bersama si putri, bingung mau maen apa, kata mput mah, “ga ada yang menantang eung.” Haha, belagu memang. Tepat di sebelah tempat kami duduk ada permainan orbiter, tergoda lah untuk menaikinya. 1 menit bersama orbiter. Saya? Teriak-teriak dong! Si putri sok cool ga mau teriak, dan bilang saya malu-maluin. Ah biar, gak ada yang kenal ini. Hahaha. Setelah dari orbiter, duduk-duduk lagi, oh sebelumnya melihat tulisan di salah satu kursi orbiter, yang jadi oleh-oleh buat sahabat kami si ndut😀

 

 

 

 

 

 

 

ini oleh-oleh buat ndut

Menikmati dinginnya Batu di malam hari, saya dan putri naik sepeda udara. Maksud hati biar bisa foto, melihat lampu-lampu dari atas, tapi ternyata, gelap cinn.. difoto juga gak keliatan kami-nya, sambil takut juga pegang kamera, takut jatuh, kan gak lucu dong, kamera jatuh, gak bisa eksis nantinya. Hoho. Turun dari sepeda, kami melanjutkan keeksisan kami di lampion garden. foto jadi penyanyi, foto bareng ikan-ikanan, foto di balon udara, ampe foto di menara eiffle, dan yang bikin sedih adalah… baterai kameranya sudah exhausted :(dengan sangat terpaksa harus menghemat, dan diganti dengan kamera hape. Selesai bermain di BNS berakhirlah perjalanan kami malam itu🙂 eh lupa, pas sudah mau masuk pintu keluar, saya meyakinkan si putri apakah benar mau langsung pulang, dan bener aja, dia bilang “ sebenernya penasaran pengen masuk rumah hantu”, padahal dia paling takut ama yang berbau-bau hantu, jadi demi menyenangkan dia, balik lagi masuk ke rumah hantu. Ceritanya, kami ngambil permainan berburu hantu, masuk pake apalah itu namanya, kereta, ya itulah, baru masuk aja si putri udah tereak-tereak, ya ampun,, kata saya mah apa coba yang ditakutin. Bohongan juga sih ya. Hahaha *belagu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

kami di depan menara Eiffle😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s