bila sampai waktuku

Bukan,, saya bukan mau berpuisi-puisi ria😀 ingin menuliskan hal yang sering melintas di pikiran saya akhir-akhir ini. Gak sekedar melintas, kadang sampe ngebayangin. Ngebayangin yang gak enak, gak enak menurut manusia. Apakah gerangan yang sering melintas di pikiran saya? Terpikir tentang kematian. Gimana kalau saya meninggal, dalam keadaan apa, bawa amal apa. Gitu-gitu lah. Berlanjut lagi gimana kalau saya kehilangan orang-orang terdekat saya. Saya bakal kuat gak. Kalau sudah kejauhan, yaa saya menyadarkan diri sendiri😐
Baru saja tadi, saat tarawehan, seperti biasa saya bertemu dengan ibu-ibu, ada ibu muda, ada ibu tua. Melihat ibu muda sudah biasa, melihat ibu tua? Luar biasa kata saya. Ibu-ibu usia 60an ke atas, masih sehat, masih semangat, masih dapat ramadhan diusia kesekiannya. Apa kabar saya nanti? Sampai gak saya di umur segitu. Kalau sampai sehatkah saya? Masih semangat seperti beliau-beliau itu kah? Sebenarnya gak usah jauh-jauh sih. Ibu saya sendiri masuk kategori ini. Walau fisik beliau bisa dibilang kalah dengan ibu-ibu yang biasa saya temui, terutama mimih, begitu ibu-ibu disini memanggilnya, Ibu saya malah “iri” banget ama si mimih ini, apalagi masalah kesehatan. sabar aja ya emakuu.. tapi beliau luar biasa buat saya. Bukankah setiap ibu memang luar biasa?
🙂
harus selalu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. mendekatkan diri pada amalan-amalan yang mendekatkan cintaNya \m/

3 thoughts on “bila sampai waktuku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s