Manglayang : Lunas!!

sabtu, 24 juli 2010, saya membayar “utang” pada manglayang. gunung yang sempet membuat saya geregetan karena pendakian pertama tidak sampai ke puncak. jumlah orang yang ikut bertambah dan juga berganti. masih ada saya, mput, pak tatan, pak haji, gustav, dan jojo. ditambah dengan luky, uci, pak wawan, pak bernabas, bu sri dan tiga orang teman jojo: agil, agus dan dian.
sama seperti dua minggu yang lalu, kami berkumpul di Masjid Agung Ujung berung. tapi sekarang tidak jalan kaki dari sana, tapi kami langsung menuju ke cigupakan. tidak ingin mengulang kegagalan untuk ke dua kalinya [duh.. asa dangdut yah..] kami meminta bantuan warga sebagai penunjuk jalan. Pak Ade dan pak Dadang bersedia mengantar kami hingga ke Puncak manglayang.
jalannya tentu berbeda dengan jalan saat pertama kali kami ke sini [manglayang]. kali ini kami melewati jalan setapak yang sudah ada tetapi seperti buka jalan baru karena sudah ditutupi dengan tumbuhan Lantana camara yang berduri. sudag seperti melewati lorong, harus menunduk karena si lantana camara sudah saling bertautan satu sama lain. jalan licin dengan kemiringan yang tajam, tantangan seperti inilah yang dicari oleh bapak-bapak aliran “garis keras”, saya menyebutnya hehe.. padahal ada jalan yang biasa dilalui oleh pendaki untuk menuju Manglayang yaitu jalur kiara payung, Jatinangor. tapi jalur ini landai, dan cukup jauh. kurang tantangannya bafi beliau-beliau ini🙂
sejam pertama, sudah ada yang kelelahan, sebut saja bu sri. beliau sudah mulai kepayahan untuk melanjutkan perjalanan. akhirnya si ibu memutuskan untuk berhenti, khawatir mengganggu yang lain juga, begitu katanya. jadi, setau kami beliau turun lagi, dan ditemani dengan Pak dadang [jadi inget band Raja, hihi].
berjuang menahan letih, tak terasa kami tiba di dataranm anggap saja ini puncak kedua. sekitar 300 m ke atas [bener gak ya, tuna jarak nih] ada pertigaan, ke atas menuju puncal, ke kiri menuju batu pemujaan, begitu namanya. tidak banyak orang yang tau dan melihat ke tempat ini, jadi kami pun menyempatkan untuk melihat, mumpung sedang disana juga. kata pak tatan tingginya mah 20 meter. ada tiga tumpukan tiga batu. satu baut paling atas merupakan batu yang paling besar, di tengah batu kecil, paling bawah batu yang cukup besar [seperti di gamabr aja deh]. tempat ini katanya dipake untuk bersemedi bagi orang-orang yang punya hajat/keinginan. hii ada-ada aja, masih musim aja beginian. lepas dari itu semua, saya takjub sangat. batu sebesar itu bisa dengan “tenang” verada di pinggir tebing.
ketika kami kembali menuju pertigaan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak. kami dikagetkan dengan suara perempuan, ternayta suara tersebut suaranya bu sri! kaget plus senang, bu sri bisa melanjutkan perjalanannya ^^b sambil menunggu bu sri melihat batu pemujaan, kami poto dulu di atas pohon yang melintang tiga jam lebih mendaki, ketemu juga ama si Puncak Manglayang! berbeda dengan puncak yang saya bayangkan. puncak manglayang gak bisa liat pemandangan bandung raya. dataran dengan dikelilingi pohonm-pohon tinggi. ada satu makam disana, entah makam siapa. makamnya aneh. biasanya makam ukuran 2×1 kan? ini mah lebar pisan. perjalanan turun, memang bikin males, mending bisa lari-lari tapi takut malah nyasar ke jurang. jadi harus hati-hati. kepleset, ngesot, jadi udah biasa. setiap orang pasti dapet jatah jatuh. alhamdulillah selamat sampe bawah.
segini aja deh ceritanya🙂

8 thoughts on “Manglayang : Lunas!!

  1. bang…ane tambahin ya,,,,!!sebenarnya kita kurang mengenali kelompok hiker kmaren deh!!
    kalo dlpikir lagi itu ternyata terbagi 2
    1. kelompok dengan misi balas dendam dan
    2. misi tanda tanya( masih polos )
    nah seharusnya hal itu juga aneutarakan di briefing,
    jadi si hiker golongan 2 bisa lebih aware..tul ga bang!!!
    terus betul kata nte,,saya sedikit agak kecewa dengan view di puncak ….jauh pisan dari persepsi puncak yg dibayangkan(boro2 no’ong nu mandi di bandung,bsm ge teu katingali)
    kita( saya) banyak dapet filosofi bermanfaat dari perjlnan kmren..hatur nhun ah.

    • betul sekali. ai yang mendendam mah segala lewat. hahaa..
      beda sih yg hobina no’ong nu mandi mah.. hakhak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s