catatan manglayang

alhamdulillah, mimpi itu terwujud. beberapa kali kepikiran dan sangat ingin mendaki ke gunung manglayang. akses menuju gunung manglayang cukup dekat dengan tempat kuliah, Jatinangor. nama gunung ini pun sudah tidak asing lagi di telinga.
suatu malam, sahabat mengirumkan sms kepada saya. memberitahu bahwa ada ajakan untuk mendaki ke menglayang. hiking sehari. dengan sangat antusias saya mengiyakan ajakannya. hanya saja sedikit terbentur dengan izin ibu saya, karena baru saja seminggu yang lalu saya dari burangrang. dengan segala rayuan, izin beliau saya dapatkan, yeay!!🙂

sabtu, 3 juli 2010
05.30, saya berangkat dari rumah menuju cicaheum, janji bertemu bersama sahabat, mput, dan orang-orang yang mengajak kami hiking. saya belum mengenal satu pun dari mereka. menurut mput, mereka dari suaru komunitas, yang mput pun tidak tau namanya.
06.30, saya bertemu dengan mput. saat sedang mengobrol, kami dihampiri oleh seorang pria, ternyata dia adalah salah satu dari komunitas tersebut, Taufik namanya.
rute naik melewati cilengkrang. padahal yang saya tau rute naik lewat kiara payung, jatinangor. “banyak jalan menuju roma” begitu juga ke manglayang😀 start jalan dimulai dari masjid agung ujung berung, jadi saya dan mput menuju masjid agung, karena mput bawa kendaraan sendiri. motor dititipkan di masjid. setelah berkumpul semua, kami berangkat.
dalam perjalanan, sambil ngobrol-ngobrol, baru saya tau mereka dari komunitas kelom peta [kelompok penggemar kegiatan wisata] selalu punya agenda jalan-jalan setiap hari sabtu. dalam peejalanan kali ini ada 10 orang, saya dan mput, dua orang bapakbapak, pak tatan dan pak haji [saya lupa nama beliau, tapi dipanggil pak haji], taufik, dery, gustav, jojo, asri, dan kang demi.
awal perjalanan belum melintasi medan seperti layaknya pendakian. kami masih melewati jalan aspal dan perumahan penduduk. aura jalan ini justru bikin cape, karena tidak ada pepohonan yang bisa menyediakan oksigen. sahabat saya, malah sudah merasa kelelahan, bagan dingin, sepanjang jalan selalu menggandenga tangan saya. haduuuuh.. dasar putri😛 kurang lebih satu jam perjalanan aspal, barulah kami melintasi area pohon-pohon, tapi masih belum banyak pohon, hanya beberapa saja. lalu kami jalan menurun menuju sungai, dari sini kami menyusuri sungai tersebut hingga sampai di curug, sumber air. tapi sayang, curugnya sudah kering.tempat ini dikelilingi oleh pohon-pohon dan tebing batu. di tempat ini kami istirahat sambil memakan perbekalan.
setengah jam kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. sayangnya, tidak satupu dari kami yang tau jalannya, haha😀 bapakbapak ini dan juga asri memang pernah sampai ke puncak tapi bukan lewat jalur ini. jadilah kami membuar jalur baru dan menebak-nebak arah. herannya, saya tidak merasa takut [karena rame-rame juga kali ya] atau khawatir sesat, atau apalah, saya betul-betul menikmati perjalanan. padahal jalur yang kami lalui sangat curam, melewati akar berduri, kata pak tatan mah, ekstrim dan memicu adrenalin.
kami menaiki bukit yang merupakan pembatas antara dua curug [tapi dua-duanya kering]. gustav, sebagai pembuka jalan bersama taufik, memberitau keadaan di depan kami. lalu kami memutuskan kembali turun karena di depan tebing curam dan sulit dilalui. balik arah menuju jalan yang telah kami lalui. waktu menunjukkan jam 13.00 dan kami belum sampai puncak “– perjalanan tetap dilanjutkan. ada jalan setapak ke atas, dan kami mengikuti jalan tersebut. kanan kiri jalan terdapat lubang, dan menurut pak tatan itu lubang bekas galiannya babi hutan. haduh.. kaget juga sih, jadi kami harus waspada kalau-kalau ketemu dengan babi hutan.
15.00 di tiga perempat gunung [sebut saja begitu] kami istirahat. perbekalan air sudah habis semua, dan kami belum solat. berdiskusi dengan segala kemungkinan, akhirnya kami memutuskan turun. sayang sekali memang. tapi tak apalah. lain waktu semoga perjalanan bisa diulang hingga sampai di puncak🙂

foto di akhir perjalanan🙂

8 thoughts on “catatan manglayang

  1. wah dey lum sempet nulis yang terbaru euy yang dulu ada cuman ke manglayang doang bis rada males yeuh hehehehe

    jangan kapok ikutan acara KELOM PETA yah.

  2. jujur saya ngiri sama mba’ ruri, udah sering mendaki ya? saya baru sekali naik gunung. dan itu pun waktu sma dulu. nice adventure deh sis.🙂

  3. abang… wah bagus juga ceritanya… lebih sering lagi untuk menulisnya ya biar rangkaian katanya tambah bagus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s