kakak riboi

saya suka kucing, keluarga rata-rata semua suka kucing. termasuk keluarga besar baik dari ibu maupun dari ayah. semua suka kucing. kami punya kucing, rata-rata kucing kampung. karana kucing kampung lebih lincah dan tentu makanannya gak begitu rewel.
paling lucu kalau lebaran. tradisi mudik juga berlaku untuk kucing-kucing. paman yang dari kuningan, dan bibi yang dari cikampek,akan selalu membawa kucingnya ketika mudik. alasannya tentu kasihan tidak ada yang memberi makan kalau ditinggal. saya? saya punya kucing juga, sekarang ada dua, satu betina, dan satu jantan. jantan ini anaknya si betina. betina namanya cika, jantan namanya riboi.
berbeda dengan paman dan bibi saya. kalau mudik saya tidak membawa kucing-kucing saya. pertama saya tidak perlu khawatir tentang makanannya, karena si cika, sudah cukup terkenal di lingkungan rumah saya, jadi setiap ruumah berbaik hati akan memberi dia makan. kedua si riboi, dia kucing penakut. walau jantan, tapi begitulah, penakut. dengan orang lain selain saya dan teteh saya dia takut, dengan ibu saya saja dia takut, karena sering dijailin sebenarnya. jadi takutnya kalau dibawa mudik, tiba di rumah nenek dia kabur.
tulisan saya kali ini memang akan bercerita tentang si riboi. riboi ini anaknya cika. si cika sudah beberapa kali melahirkan. anak-anaknya? tentu saja tidak dibiarkan oleh ibu saya untuk tinggal di rumah kami. cukup cika saja kata beliau. jadilah setiap anaknya dibuang ke pasar, bahkan ada yang tertabrak mobil yang lewat depan rumah, dan terlindas di parkiran rumah orang! ada juga yang mati sakit, karena tidak diurus oleh si cika. cika itu bukan tipe ibu yang telaten.
beberapa bulan yang lalu cika melahirkan lagi, anaknya empat. satu dibawa orang, satu lagi entah kemana, satu lagi mati sakit, tersisa satu. kami kasih nama ciko. ciko kucing kecil yang kucel. tidak benar-benar kami urus. seperti alasan di atas, ibu saya tidak mengizinkan kucing kecil di rumah. jadi hanya sesekali saja ciko boleh mausk ke rumah. sama juga dengan anak-anak cika yang lain, ciko tidak diperhatikan oleh cika. dan yang sangat memperhatikan dan sayang justru si riboi! kelihatan sekali riboi sayang pada ciko. dia suka memandikan dan membersihkan ciko, suka tidur bareng dan ngelonin ciko tidur. suatu hari, ciko dibawa oleh anak-anak kecil ke blok belakang rumah saya. jadi ciko tidak muncul di rumah saya lagi. lalu si riboi, sebagai seorang kakak yang baik, dia pergi ke blok belakang rumah saya, menjemput si ciko dan menggiringnya sampai ke rumah saya. oowwhh.. so sweet lah si riboi! sering pula si riboi berposisi seolah-olah menyusui ciko, dan cikonya pun nelesek-nelesek ke badannya riboi seperti ingin menyusui.
ternyata, seekor binatang pun punya rasa kebinatangan sehingga berbuat baik kepada sesama sodaranya. lalu jika aa manusia yang tidak punya rasa menyantuni terhadap sesama dia pasti lebih buruk dari binatang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s