Menampilkan sikap terbaik

Seperti yang pernah saya tulis akan datang jawaban dari setiap permasalahan, pencerahan istilah saya. Baik secara langsung maupun tidak, cepat atau lambat. Seperti itulah yang saya alami belakangan ini. Kegundahan hati akan suatu permasalahan membuat tampilan saya apalagi muka dan sikap lain dari biasanya. Saya yang menurut mereka suka cerewet, riang-riang gak jelas, intinya rame lah. Tapi karena ada yang mengganjal di hati membuat saya tidak bisa memunculkan sikap biasa saya. Hanya ingin diam, tidak mood bercanda, wajah flat aja. Dataar. Senyum seadanya, gak dari hati. Sampai seseorang menyadari ketidakbiasaan saya itu, dan dia menanyakan ada apa dengan saya. Entah kenapa, rasanya ingin menangis ketika dia menanyakan itu. Hmm.. gak mungkin untuk nangis dalam keadaan seperti itu, lagian tampak tidak ”layak” juga saya menangis di depan dia. Dia bukan teman dekat saya, jadi tidak mungkin bercerita apa yang saya rasa. Hanya bisa menyatakan bahwa saya sedang bermasalah saja.
Pencerahahn itu datang hari minggu, saya mendengar sebuah bedah buku yang diselenggarakan di daarut tauhid. Saya tidak langsung berada disana hanya mendengar lewat MQfm saja. Tidak tahu judul bukunya apa, tapi yang dibahas adalah teknik Best, teknik terbaik. Kita sebagai manusia harus bisa menjadi manusia yang profesional. Bagaimana manusia profesional itu? Manusia profesional adalah seseorang yang bisa menampilkan sikap terbaiknya baik dalam kondisi yang bagus maupun buruk. Sikap terbaik tersebut adalah sikap terbaik menurut Allah. Dalam teknik best ini ada beberapa cara agar kita bisa tetap menampilkan sikap terbaik, pertama yaitu kekuatan sugesti. Sugesti kita terhadap sesuatu akan sangat mempengaruhi keadaan kita. Kita harus selalu bersugesti bahwa kita kuat, mampu melewati apa yang sedang kita hadapi. Ada beberapa titik pada tubuh kita yang menjadi bagian yang bisa mensugesti diri. Titik tersebut adalah dada sebelah kiri, tepat di jantung, dagu, bawah hidung, kepala, dan kelingking. Jadi ingat dengan film 3 idiots, seperti kata Rancho, setiap ada masalah “touch your heart, say everthing is oke, Aal iz well”. Dalam teknik ini kalimatnya diganti dengan ”ya Allah saya ikhlas dengan semua ini, saya akan melaluinya dengan lapang hati” ulang kalimat ini tiga kali sambil mengelus dada. Teknik kedua yaitu kekuatan syukur. Sesuai dengan firman Allah bahwa ketika kita bersyukur maka Allah akan menambahkan rahmatNya kepada kita. Bersyukur dengan segala keadaan yang kita alami.
Pencerahan kedua, ketika saya membuka facebook. Di home-nya saya mellihat Note seorang teman. Judulnya terlihat menarik, lalu saya klik dan saya baca. Bukan suatu kebetulan, isi dari notenya kembali sesuai dengan apa yang sedang saya rasa. Note ini menceritakan hal sama, kita harus selalu tampil seperti biasa. Maksud biasa disini adalah saat kita ditimpa suatu permasalahan yang kita anggap buruk maka sikap kita, wajah kita diusahakan untuk selalu tampil ceria. Jangan perlihatkan wajah kusut pada orang lain karena itu bisa juga mempengaruhi mood orang lain. Berusaha untuk tidak menekuk wajah, dan tidak terlihat kusut.
Tidak mudah memang untuk menampilkan sikap terbaik ketika susah tepatnya. Perlu kelapangan hati yang luaaaass. Sebenarnya ketika kita “tersenyum” saat dalam keadaan buruk kita sedang membangun kekuatan untuk bisa melaluinya. Kembali ingat bahwa Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan kita. Keep smile keep fight🙂
*dalam rangka menyemangati diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s