malam malang

Malang di kala malam
Pertama kali menginjakkan kaki ke daerah batu, malang. Tidak kenal siapa-siapa. Sebenarnya ada teman yang kuliah disana juga tapi tidak sempat untuk memberi kabar dan juga saya pikir saya tidak punya waktu lama di sana, hanya sebentar saja, hanya semalam. Syukurnya, ada tantenya sahabat saya, uci, yang memang tinggal di sana, di kota malangnya. Kami menginap di salah satu hotel di Batu, lumayan jau hdari kota Malang dengan waktu tempuh kurang lebig 45 menit sampai 1 jam. Tante datang menjemput kami pukul 19.00. bersiap-siap lalu kami berangkat pukul 19.30. tante sedikti ngomelin kami karena aga telat siap-siapnya, takut kemalaman dan tempat yang kami tuju sudah tutup. Tapi, sepertinya memang berjodoh dengan tempat itu, saat kami datang tempatnya masih buka. Bakso bakar di jalan pasar belimbing. Ini tujuan kami. Sesuai namanya, bakso ini dibakar, ditusuk sepreti sate yang isinya 10 biji. Dan seperti bakso biasa juga, ada kuahnya, bihun, bawang goreng, dan seledri yang bisa kita ambil sendiri, ada juga tambahan tahu berisi daging ikan seperti siomay. Oia, disini tidak ada mi kuningnya. Jadi saya memesan 5 biji bakso bakar dan tambahannya saya ambil satu biji tahu-siomay itu. Bakso bakar dan kuahnya dipisah, tidak pada satu wadah. Hmm..rasanya, cukup enak, cuma bawang putihnya kayanya terasa banget, untuk saya tapi tetap enak. Setelah dari bakso bakar, berlanjut lagi ke tempat wedang ronde. Tempatnya dekat dengan alun-alun malang. Malam itu pas pula hujan, jadi mantep banget minum wedang ronde. Jahenya ”nyengat” banget. Anget deh pokonya.ada ronde basah dan ronde kering. kalo ronde basah, rondenya langsung dicemplungin alias dimasukin ke wedang jahe. kalau ronde kering. rondenya dipisah ke piring lain dan dilumuri ama kacang.
Tujuan selanjutnya adalah tempat oleh-oleh, nama tokonya ”lai-lai” yang dalam bahasa indonesia artinya ”kemari” [mudah-mudahan gak salah]. Disini agak beribet nih mas-mas penjaganya. Aturannya memang jaket dan tas dititipkan. Pas pula saat itu saya menggunakan jaket tapi baju saya tangan pendek jadi gak mungkin dilepas dong, secara saya pake kerudung. Tapi si mas-masnya keukeuh dan bilang kalo gak belanjanya diwakilin aja, saya nunggu di luar. Jiah.. apa-apaan sih ni si mas. Mana saya tau saya mau beli apa. Mana saya apal ada apa aja di dalam toko sana. Walaupun uci dan tantenya tau apa-apa yang biasa dijadiin oleh-oleh, emang mereka tau saya maunya apa. Idih ribet banget deh si mas ini. Sampai akhirnya tante bilang, ya sudah suruh salah satu penjaganya ngikutin kami biar percaya aman. Jadinya satpam di toko itu ngikutin di belakang kami. Huhh berasa tersangka apa aja.😦 beres belanja dan ngambil tas di tempat penitipan barang. Si mas-mas itu minta maaf dan bilang apa gitu. Ahh peduli sih mas. Bete gw!
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, kami diantar kembali ke tempat penginapan. Okeh. cukup sudah saya mengitari kota Malang di malam hari. Belum puas sebenarnya, tapi semoga ada kesempatan di lain waktu. Terima kasih tante yang sudah mengantar kami🙂

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s