“Di malang saya malang”

Tanggal 10 Februari 2010 perjalanan saya berlanjut, dari demak menuju Malang. Masih tidur di bus. Sudah 2 malam tidur di bus. Macam artis pun. Melangsungkan kehidupan di kendaraan. Hahay. Makan malamnya kami berhenti di Pati, daerah kacang dua kelinci. Saat berhenti di restoran, semua orang berlomba mencari tempat untuk mencharge handphone. Ya.. semua yang ada colokan listriknya penuh dengan handphonenya teman-teman saya. Pukul 21.00 kami berangkat lagi. Ya.. sudah mulai terasa pegal-pegal ni badan. Di bus kerjanya karaokean, ngobrol, ngemil, tidur. Dengan sangat terasa, sudah mulai pagi lagi, dan kami berhenti di daerah pasuruan.Disini sarapannya dikasih soto. Saya sedikit kaget karena warna bihunnya biru. Hihi. Aneh.
Singkat cerita setelah perjalanan semalaman, kami sampai di balai penelitian kacang-kacangan dan umbi-umbian. Awalnya, seperti dikasih materi kuliah. Sadar kami ribut dan tidak fokus, salah satu narasumbernya mulai mengganti metode dengan diskusi. Sayang, karena katanya kami datang mendadak jadi tidak dikasih snack. [ah masa sih datangnya mendadak. Hmm]. Diajak melihat kebun-kebunnya, ohh tengah hari pula ke lahan. Panas. [hehee. Anak pertanian ko ngeluh ya??] karena tidak diberi snack dan bikin rada boring, jadinya saya dan beberapa teman bilang ”hm..di malang saya malang” hehe :p
Selesai berkunjung ke balitkabi, kami menuju Batu, tujuan awalnya ke agrokusuma, kebun apel itu. Tapi karena hari sudah lewat dari tengah hari, dan dapat kabar pula dari pihak agro kusumanya, bahwa apel-apel disana yang ada di pohon sudah habis, dan tidak ada yang bisa dipetik. Jadinya kami dialihkan ke perkebunan rakyat. Masih di daerah batu juga. Bisa makan sepuasnya disana, memetik sendiri. Harga per kilonya Rp.10.000. standarnya segitu. Tapi bisa lebih murah kayanya kalo di luar. Yaa sesuai lah, kan bisa ngambil sendiri. Suasana juga enak. Akses menuju hanya dapat ditempuh dengan mobil kecil. Parahnya, kami sempat nyasar terpisah dari rombongan mobil lain, karena perkebunannya luas. Syukurlah, kami bisa menemukan kebunnya dan bertemu dengan rombongan lagi. Diberi waktu sekitar satu jam disana, cukup singkat. Ditambah pula dengan cuaca yang mendung. yang bikin saya sedih, cuma sedikit poto di kebun apelnya, karena si kamera keburu exhausting dan mati😦 Dari perkebunan apel ini kemudian kami menuju tempat istirahat, masih di daerah Batu juga. Dan malamnya, saya bersama sahabat dan tantenya jalan-jalan di malang. Ceritanya nanti di post yang lain🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s