mama dan hantu petir

setiap sore dari beberapa hari ini hujan selalu turun. siap jaket, siap payung, siap buat rajin nyuci karena kemungkinan kehujanan pas pulang sore.
Hari ini, hujan juga turun. lebih awal malah. Biasanya hujan mulai turun dari jam 15 ke atas, sekarang jam 14 juga hujan sudah membasahi bumi. saya dan sahabat sempat terjebak di satu toko tempat jual games-games karena hujan yang deras disertai dengan angin kencang pula. ingin nekad pulang tapi masih ragu. Jadi kami menunggu hingga hujan reda. beberapa menit kemudian, merasa hujan sudah lumayan reda, kami pun pulang. sahabat menuju kosannya, saya menuju rumah tentunya. di tengah perjalanan, ternyata hujan malah deras lagi. saya pikir di daerah rumah saya tidak akan sederas itu, tapi saya salah. Hujan deras merata dan masih disertai angin yang cukup kencang. Baiklah, saya akan berhujan-hujan ria. Menikmati air hujan.
Saya suka hujan, dan memang ingin hujan-hujanan tapi tidak sekarang karena saya sedang bawa sebuah buku, hadiah dari sahabat-sahabat saya, kan sayang kalau buku itu basah, atau lembab nanti pasti jadi renyuk-renyuk gak jelas gitu setelah keringnya. syukur punya ide untuk minta kantung plastik pada abang yang di toko tadi. bukunya bisa dibungkus dan mudah-mudahan bisa menyelamatkan.
Hujannya deras banget sih, baru turun dari angkot beberapa langkah saja sudah seperti kucing kecebur rasanya, basah semua badan. Syukurnya, buku itu tidak basah.🙂
sementara itu sebelum saya sampai. Mama saya yang sedang sendiri saja di rumah, ngelamun dan ngebayangin hal yang kata saya gak biasa-biasanya. kebetulan pula [bukan kebetulan, tapi tidak menemukan kata yang pas], listrik sedang padam. Suasana mencekam, oh bukan saya lebay saja ini. Suasananya begini, hujan deras, kilat dan suara petir, gelap pula. Jadi mama berfikir, biasanya kata orang-orang tua zaman dulu, kalo begini suka ada hantu petir. [aahh.. apa pula hantu petir baru dengar saya]. saat sedang berfikir seperti ini, tiba-tiba pintu depan terbuka, cahaya dari luar masuk. Mama saya kaget minta ampun, apa benar itu hantu petir datang. Dengan keberanian yang dipaksa, sambil intip-intip, mama melihat ke arah pintu depan, dan.. ada saya!! haahaa.. mama saya kaget minta ampun, dan bilang “haahh.. kirain bener hantu petir eh gak taunya budak leutik” [budak leutik : anak kecil, yaa saya anak kecil itu]. saya bengong sambil menahan dingin karena kehujanan.
Saya ngakak abis pas mama cerita ini, cerita hantu petirnya. hadooh mama… dapet cerita dari sapa pula tentang hantu petir. ada-ada aja.

2 thoughts on “mama dan hantu petir

  1. jyahahaha.. si emak parah pisan!
    manya udah modern aya keneh hantu petir.. (padahal urg sieun mun aya jurig. wkwkwkwk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s