masih teracuni

Masih teracuni dengan “sang pemimpi”. Film yang membuat saya menangis di bioskop. Lucu rasanya. Padahal kata soulmate saya, gak ada yang sedih. Tapi itu karena kami punya sudut pandang yang berbeda. Dan itu juga yang membuat dia mengerti, kenapa saya jadi menangis menonton film itu. Dengan sangat niat pula saya menyiapkan tisu, karena sudah menebak bahwa saya akan menangis saat menonton.
Hmm.. film ini membuat saya ingat pada dia dan dia. Dia. Keduanya adalah pria. Dia pertama adalah ayah saya. Kata orang, anak perempuan akan dekat dengan ayahnya. Memang benar. Itulah yang saya rasakan. Merasa sangat dekat dengan ayah. Kemana-mana pergi dengan ayah. Bertanya tentang apa pun pada ayah. Mengeluh dan bercerita pada ayah. Betapa sangat sayang saya pada ayah. Tapi bukan berarti tidak sayang pada ibu. Tapi entah, sayang itu masih besar pada ayah. Heu.. padahal disuruh mengutamakan ibu. yaa.. akan ada pada posisi yang sama di hati saya.
dia kedua adalah teman, sahabat. Saya ingat dia karena bahasa dalam film itu sama dengan bahasa yang dia gunakan ketika mengobrol dengan temannya.
Kenapa juga saya jadi ingat “dia” berdua ini, karena saya sayang pada mereka. Ah.. sayang juga saya tak pernah bertemu mereka lagi. Atau mungkin belum. Berharap nanti akan bertemu mereka. Suatu waktu yang indah.
Sayang kalian…

4 thoughts on “masih teracuni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s