rasa ini ku benci tapi ku rindu juga

Kemaren berniat, hari ini harus dipake untuk istirahat. mengingat kondisi badan yang mulai melemah. bergejala flu, hidung mampet, kepala pusing, dan mata panas. Tapi ternyata tidak bisa, masih harus ngampus karena ada tugas yang harus dikumpulkan, mengerjakan laporan praktikum kelompok. Semoga saja tidak berkelanjutan menjadi parah.
Beruntung juga berangkat ke kampus. Di kampus bertemu dengan soulmateku itu, dan berkatalah dia “ada sang pemimpi loh”. huaa pengen nonton! dengan semangatnya saya mengajak sang soulmate untuk nonton. “pasti rame” katanya, yang malam saja jawabku. Padahal badan lagi gak fit, kok ya pulang malam. Heu.. gak apalah demi sang pemimpi🙂 jadi saya pergi membeli tiket yang jam 19.00.
setelah beres mengerjakan tugas kelompok itu, (dan pas sekali sehabis maghrib tugas beres), Saya dan soulmate langsung menuju bioskop 21. menunggu kurang lebih 20 menit, barulah pintu theatre-nya dibuka. masuk, cari tempat duduk, oh ya, nomor tempat duduk kami adalah B18 dan B19. disebelah kiri atas. tempat yang sama saat dulu menonton laskar pelangi. bersama soulmate juga. hohoo. seperti mengulang saja.
film dimulai, maka mulai pula sensasi-sensasi rasanya. berbeda seperti membaca bukunya. Kalau membaca bukunya, kita punya imajinasi sendiri. Kalau menonton, mempertanyakan apakah sesuai dengan apa yang diimajinasikan. Tidak mengecewakan memang. seperti kata Andrea hirata-nya sendiri, “ini (sang pemimpi) adalah film terbaik Indonesia. Saya sudah menontonnya 4 kali, dan tidak bosan” (saya dengar saat Andrea Hirata di interview via telpon oleh Prambros sehari yang lalu, yang kemudian membuat saya menjadi sangat ingin menonton film ini). Promosi karena itu adalah hasil karya dari bukunya? begitu kata Panda. “bukan promosi, kalau promosi mending saya promosikan bukunya daripada filmnya” bagitu jawab Andrea Hirata.
bukan resensi film yang akan saya tulis, karena mungkin sebagian besar pecinta tetraloginya sudah sangat hafal bagaimana jalan ceritanya. Saya hanya ingin berbagi rasa yang saya alami ketika menonton film itu. Merasa harus mulai dan tetap semangat lagi untuk mewujudkan impian, membahagiakan orang-orang tercinta, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, dan harus semakin sayang dengan mereka yang secara tidak saya sadari memperhatikan saya. seperti kata Andrea-nya lagi”habis nonton film ini langsung deh cata lagi impian-impian kita, terus temui ayahmu, berikan yang terbaik untuknya”. yaa.. agak dalem denger yang terakhir ini.🙂
ceritanya gak jauh beda dengan buku, jadi bisa sedikit menebak-nebak, cerita apa berikutnya. Cerita tentang arai dalam film ini membuat saya ingin tertawa, dan salut dengan apa yang dia lakukan. Apalagi saat dia nyanyi di depan kamar Zakiah Nurmala. hahay.. betapa romantisnya. tentang ikal.. membuat saya ingin menangis, dan akhirnya memang menangis. menangis dari hati. Hohoo. persis sama ketika saya membaca bukunya. menangis pada bagian cerita itu. cerita tentang ikal yang mendapat nilai rapot bagus sehingga ayahnya bisa duduk di kursi depan saat pengambilan rapot, dan ketika ikal mulai malas untuk sekolah, lalu nilainya jadi jelek dan saat pengambilan rapot, ayahnya harus duduk di bagian belakang. Jadi sedih aja pas melihat itu. air matanya udah gak kompromi lagi. mana ditambah dengan gejala flu pula. hikshiks..
nah, yang ditunggu-tunggu juga adalah, ada yang lain yang bikin rame film ini yaitu dengan kehadirannya om aril. hahay.. pengen tau bagaimana dia berakting. pertama kali sosok arai dewasa yang diperankan oleh aril itu muncul, jeng,,jeng,, langsung rame dah orang-orang. setiap aril muncul dan lihat aktingnya, waduh.. prikitiwlah. rame-rame gak jelas gitu. hahaa. boleh juga sih, tapi dia cuma sebentar saja munculnya. keburu udahan aja tuh film.
Sip banget filmnya! Gak bikin kecewa. Semoga bisa kembali menyemangati diri untuk mewujudkan setiap targetan dalam hidup dan memberikan yang terbaik untuk orang tua.
🙂

2 thoughts on “rasa ini ku benci tapi ku rindu juga

  1. uedaan.. maneh geus nontooooooooooooonn!!! >.<
    itu bang arilnya kok ada "tai" hahaha…
    mau nonton juga.. dan menunggu bulan desember habis untuk kemudian membuat mimpi2 baru..
    knapa nunggu januari ya?? ntahla.. heu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s