perjalanan cake blackberry

Hmmm.. teringat dengan tulisan yang pernah ku buat, judulnya “kawah putih (tapi g jadi)”. Nah, sekarang mau nulis lanjutan dari cerita itu. Awalnya tulisan ini berjudul “kawah putih, kami datang” tapi inti cerita bukan pada itu, jadi ganti judul “perjalanan cake blackberry”
Kawah putih sepertinya memang sudah jadi target tempat yang akan kami datangi. Waktu itu, hanya kami berempat, sekarang sudah dengan formasi lengkap, Aku, patrick, spongebob, sinchan, ndut, ojan, bajaj. (formasi bertambah tapi tetap dengan 3 cewe cantik ;p). kalau waktu itu, berangkat siang dan dadakan, sekarang benar-benar dipersiapkan dan diniatkan, berangkat pagi!! Tapi tetap saja masih tunggu-menunggu. Syukurnya berangkat ke sana tidak terlalu siang, karena kalau siang macetnya itu loh, maklumlah salah satu daerah yang pasti bakal padat kalau weekend.
Hahaa..😀 sampai juga di kawah putih, ada dua orang sahabat yang sama sekali belum pernah mengunjungi kawah putih ini, haa, kasian sekali kalian, padahal besar dan bertempat tinggal di bandung :p jadinya mereka berdua itu sangat senang bisa menginjak tanah kawah putih.
Puas sekali mengelilingi semua penjuru di kawah putih ini. Sebenarnya bukan mengelilingi sih karena kawah putih bentuknya tidak bundar. Yah, pokoknya itu lah. Berfoto-foto, dari mulai dengan gaya normal ampe gaya ababil (Baca :abg labil) yang aneh-aneh.

Satu lagi moment dalam perjalanan ini adalah hari ulang tahunnya salah satu dari sahabatku. Oia, selain kami ada juga yang ikut jalan-jalan, namanya “cake blackberry”.
Cake blackberry adalah seorang eh bukan seorang tapi sebuah cake hasil karya sinchan yang dibuat khusus untuk yang berulang tahun. Cake dibawa dari rumah sinchan yang beralamatkan si jalan soekarno-hatta menuju rumah Patrick di daerah kopo. Ceritanya mau menempeli blackberry diatas si cake jadi cake dibawa turun ke rumah patrick. Kemudian kami berangkat lagi menuju rumah ojan, karena ojan yang berulang tahun maka cake dibawa turun donk?! Bernyanyi-nyanyi rialah kami di depan kamar ojan. Selanjutnya menuju ruang tamu sambil menunggu ojan bersiap-siap dan ndut datang. Cakenya? Masih belum diapa-apakan, belum dipotong.
Siap! Siap berangkat ke kawah putih. Cakenya? Dibawa juga dong ke kawah putih, dengan niatan akan dipotong disana, di suatu tempatlah. Jeng, jeng cake dibawa. Sampai kawah putih, cake ditinggal di mobil karena g mungkin dibawa turun dan dipotong di tempat banyak belerang seperti itu. Selanjutnya perjalananan menuju tempat makan. Ada tempat makan yang bentuknya saung-saung kecil. Tempat yang lumayanlah, cake dibawa untuk dipotong sebelum makan. Ternyata g jadi, usulannya makan dulu baru potong cake. Selesai makan, karena pada kenyang cake tetap utuh. Hooo.. sebenernya sudah sangat menggoda itu cake. Jadi cake-nya dibawa lagi ke mobil dan dibawa lagi ke rumah ojan.
Menjelang adzan maghrib, tibalah kami di rumah ojan. Duduk lima menit lalu berkumandanglah adzan. Hmm… bersamaan dengan adzan, apa setelahnya, akhirnya cake dipotong juga. Ah cake penggoda, , berakhir sudah perjalananmu! Dari soekarno-hatta _ kopo_margahayu_ciwidey_margahayu. Hahay.. 😀 rasa cakenya mantap pisan! Tapi karena sudah kekenyangan agak bikin eneg, walau begitu tidak merubah kemantapan rasanya kok. Heu.. sinchan sukses buat cakenya. Kapan-kapan buatkan lagi lah ya :p
cake blackberry buatan sinchan ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s