Nama : Reuni

Reuni itu terdiri dari dua kata: re dan uni. Re sendiri artinya kembali, uni adalah kesatuan. Jadi reuni adalah kembali bersatu, pertemuan kembali, begitu menurutku.
Bulan puasa begini pasti banyak acara buka bareng, bareng teman satu organisasi, teman kampus, sahabat, teman kerja, dan yang paling sering, bulan puasa juga dijadikan ajang reuni, seperti reuni SD, SMP, SMA, bahkan mungkin angkatan saat kuliah bagi yang sudah beres kuliah. Memang menyenangkan bertemu teman lama, nostagila, berbagi cerita, apalagi kalau sudah tidak bertemu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Kurang lebih sudah hampir empat tahun aku mendengar cerita tentang reuni dari teman dan sahabat. Begitulah kesannya, rame, heboh, pokoknya asyiklah. Sejauh ini aku hanya jadi pendengar cerita reuni saja karena hingga sekarang, aku belum pernah menghadiri acara yang punya nama : Reuni.
Teman satu,”iya kemaren habis buka bareng dengan temen-temen SD, sekalian reuni juga”. Sahabat satu, ”tanggal segini ada acara reuni ama temen SD, besoknya ama temen SMA”. Teman dua, ”iya nih besok mau reuni ama temen-temen SMA”. Sahabat dua, ”ada acara reuni SMP nih, udah lama g ketemu pasti rame, ada dia g ya,” (temen yang di kecengin jaman SMP). Ya ampun.. lagi-lagi hanya mendengar mereka bercerita. Bukan tidak suka, tapi ada rasa ingin juga untuk bisa berkumpul dan bercerita dengan teman-teman zaman masih muda. (sekarang masih muda juga sih, heu..)
Tempat aku SD, SMP, dan SMA berbeda dengan tempat kuliah, beda pulau pula. Lahir dan besar di sumatra tepatnya di salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu, Bengkulu utara, dan sekarang menempuh kuliah di Bandung, (bukan Bandung juga sih, jatinangor masuk Sumedang) Jawa Barat. Selama kuliah ini, hanya sekali pulang ke sana (Bengkulu), karena ibu berasal dari jawa barat maka keluarga besar berada di Jawa Barat. Banyak menghabiskan waktu liburan dan lebaran di Bandung saja. Pernah beberapa kali berniat untuk main ke bengkulu, tapi adda saja halangannya, pertama g punya uang buat ongkosnya, giliran punya uang, g disuruh sama ibunya (ibunya ruri) atau ada kegiatan lain. Jadilah ape sekarang g pernah kesana lagi.
Sering merasa kangen dengan teman-teman sepermainan di sana apalagi sahabat-sahabat. Kumpul bareng dan bernostagila. Ya, hanya bisa dengar cerita dari mereka saja saat mereka datang ke acara reuni-reuni itu.
Mengambil sisi positifnya, biar sajalah kemarin dan sekarang aku tidak pernah datang ke reuni-reuni itu, tapi nanti aku akan datang di saat yang tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s