“sabar bang..”

“Sabar bang,,”
“Sabar Ri…”

Itu kata-kata yang aku dapat dari sahabat-sahabatku ketika ku menceritakan apa yang ku alami, memang sih,, g kan ada kata lain yang bisa diucapkan selain sabar, dan g da tindakan lain yang bisa kulakukan selain sabar dan keyakinan bahwa semua bisa ku lewati.. g mungkin Dia memberikan sesuatu melebihi kemampuanku, dan yang tau pasti sebatas mana kemampuanku ya hanya Dia..

Masalah g kan pernah selesai selama kita masih hidup. Menurutku, Setiap masalah yang muncul menjadi suatu tahapan yang membuat kita menjadi dewasa, memahami makna hidup, dan belajar mengerti dan menerima keadaan. Menerima keadaan, bisa ku bilang pasrah, tapi pasrah bukan berarti tanpa usahakan?.. tetap ada usaha, proses lah.. masalah hasil jika tidak sesuai harapan yah itu kehendakNya. Bukankah Dia akan memberikan nilai lebih terhadap suatu proses kita?

Konflik yang kualami beberapa minggu ke belakang cukup membuat aku cape, cape batin. Dari masalah eksternal-ku mpe masalah internal-ku alias konflik dengan ”orang lain” dan konflik dengan diri sendiri. Sebenarnya aku tipe orang yang g begitu memikirkan suatu masalah, suka dibawa nyantai ajalah, kata tetehku cuek. Ya, tadinya ingin ku hadapi dengan sikap biasaku itu tapi ko ya asana aku harus ngasih lebih banyak perhatian untuk masalah ini biar g berlarut terlalu lama. Nah disini aku bingungnya, kudu ngapain,, karena terbiasa cuek jadi buat ngobrol rada susah. Ahh.. memang harus mulai belajar ngomong (???,, G ngerti sendiri).. susah yang ku rasa karena aku harus ”berbicara” dengan orang yang dekat denganku, memang lebih susahkan daripada ngomong ke orang lain..

Masalah, Karena sedang bermasalah, jadinya Sahabat yang pengen cerita malah menahan ceritanya dengan alasan yang pengen diajak curhat justru sedang bermasalah pula, apa g tambah pusing nanti. Hmm,, sebenarnya mungkin iya, tapi.. bercerita sajalah, jangan pikir akan menambah beban. Kita masih bisa berbagi walau sedang sama-sama punya masalah, bukankah itu gunanya sahabat, untuk saling berbagi, g untuk senang-senang doangkan? Pait-paitnya juga kudu dibagi.

Setelah ku merasa masalahku terselesaikan (meski kadang masih terjadi suasana yang membuatku harus hati-hati bersikap agar tidak mengulang konflik yang sama), aku mendapat sms dari sahabat yang menyuruhku menyemangati bahkan sekalian memarahi sahabatku yang lain yang sedang g semangat karena cobaan yang dihadapi. Lucunya sahabat ku ini (yang sedang g semangat) justru mengirimkan sms dan minta dimarahin,, duh ya.. ada-ada ajah! Dia bilang (sahabat yang sedang g semangat) semua rencana yang udah direncanain jadi ancur, hmm.. jadi ingat suatu kalimat, kita berencana Tuhan yang menentukan. Ternyata benar yah. Tapi jangan lah dirimu jadi pesimis, Ri yakin ko kamu bisa ngelewatinnya. 2008 yang katamu sudah cukup banyak memberikan cobaan coba diflashback lagi, semua itu bisa dirimu laluikan? Coba juga diingat, kekuatan darimana sampe akhirnya dirimu bisa melaluinya. Pertanyaan ini g buat sahabatku saja, tapi buat kita juga, cari lagi sesuatu yang jadi sumber kekuatanmu hingga kau bisa melalui suatu fase yang kau anggap sangat berat. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s