misteri soliter

Misteri soliter

Selama libur kemarin jadi punya waktu lebih buat baca-baca: novel, kumpulan cerpen dan buku tentang backpacker. Bukunya minjem semua sih, dari sahabat dan temen, heu.. kata sahabatku, “si abang meni teu modal.” Biar aja, yang penting bisa baca😛

Buku-buku yang kata sahabatku menyajikan cerita cinta semu (ia berpikiran seperti ini awalnya) tapi ternyata menarik dan beneren deh don’t judge a book by its cover. Banyak makna hidup yang bisa diambil. Novel-novel metropop sejenis itulah. Menurutku, beberapa novel yang kubaca ini mudah untuk dicerna oleh otakku. Bisa dibaca dengan cepat dan selesai dalam waktu dua hari, maksimal tiga harilah kalo lagi banyak gawean.

Beres mbaca novel metropop itu aku beranjak mbaca beberapa buku yang ku pinjam dari teman. Lumayan “berat” juga tuh buku. Walau hanya kumpulan cerpen (walau?) tapi hmm sastra bangetlah! Perlu punya niat banget buat mbaca ni buku. Yang nulis cerpen-cerpen itu bukan cerpenis tapi seorang penyair, yang sering bermain dengan kata dan kalimat puitik. Walhasil cerpennya jadi begitu. Coba aja deh mbaca, judul bukunya “membunuh orang gila” ditulis oleh Sapardi djoko damono. Ampe sekarang pun, belum beres tuh buku ku baca, padahal tipis bukunya cuma 99 hal!

Buku selanjutnya yang kubaca berjudul “aku, buku dan sepotong cinta”. Penulisnya Muhidin M. dahlan. Buku ini menceritakan tentang penulisnya. Lagi-lagi,, aku merasa ni buku sastra banget.. perlu pencernaan lebih untuk bisa menghayati setiap kalimatnya. Oohh.. terpaksalah ku tinggal dulu ni buku karena kemudian aku dipinjami lagi novel ”ringan” oleh sahabatku. Karena novel ”ringan” jadi cepet beresnya. Kemudian aku membaca buku lain yang kupinjam juga ^^ judulnya ”misteri soliter”, cukup berat juga sih.. tapi menarik jadi pengen dibaca terus mpe beres walau aku harus mengerahkan sedikit semangat lebih (halah lebay pisan) karena ya gitu, ni buku katanya memadukan fantasi dan filsafat. Wow..!!

Nih ya sedikit resensinya:

Hans Thomas- seorang anak lelaki berumur 12 tahun yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu- melakukan perjalanan bersama ayahnya ke Yunani untuk mencari ibunya. Ayahnya pemabuk dan punya hobi mengumpulkan kartu joker tapi jenius; dia memancing Hans Thomas dengan pertanyan-pertanyaan kritis dan berkisah tentang hal-hal aneh.

Dalam perjalanan itu serangkaian kejadian luar biasa terjadi: seorang lelaki kerdil memberi Hans Thomas sebuah kaca pembesar; seorang tukang roti tua memberinya kue dan buku mungil yang berkisah tentang seorang pelaut yang terdampar di pulau terpencil. Di pulau antah-berantah berpenghuni seperangkat kartu remi bernyawa dan teka-teki permainan soliter yang menjalin sejarah panjang sebuah keluarga selama tiga generasi ; sebuah ’permainan’ yang membuktikan adanya hubungan kausalitas sekaligus menohok kita dengan pertanyaan mendasar tentang Causa Prima; Apakah Tuhan ada?

Yah,, itulah resensinya. Menarik kah?? Hmmm mungkin menurutmu tidak, sebenarnya begitu juga denganku. Tapi.. ada rasa ingin tau saja tentang kelanjutan ceritanya.

Penulisnya Jostein Gaarder.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s