bekas luka atau bahagia

Ketika kita menorehkan luka dan atau memberikan kebahagiaan pada seseorang, mungkinkah bekasnya akan sama?.. sama-sama membekas kuat? Atau salah satunya yang akan membekas lebih kuat, sedihnya atau bahagianya.

Hal ini mungkin tergantung situasi apa yang dialami.

Misal, [ini adalah ketika kita merasa bahwa bahagia lebih membekas]. Orang yang telah menyakiti kita nyatanya adalah orang yang kita sayangi hingga saat ini dan [mungkin] sampai akhir nanti. Kemungkinan besar bekas luka akan tertutupi oleh kebahagiaan yang telah kita terima dan kebahagiaan yang nanti akan kita peroleh darinya. Atau justru luka itu malah tak membekas lagi [aah.. luka tetap saja akan membekas walau tipis].

Atau [keadaan dimana luka membekas kuat] orang yang selama ini telah memberikan kebahagiaan pada kita dan ternyata menorehkan luka di hati dan kita pun jadi tidak menyukainya. Sebanyak apapun kebahagiaan yang telah diterima akan langsung hilang dari memori.

Lalu bagaimana mengatasi kondisi tersebut. Apa yang harus kita lakukan ketika kita terlanjur tidak menyukai orang tersebut? Dan bagaimana pula jika suatu ketika luka yang telah kita lupakan ternyata terasa kembali?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s